Widal News, KOTA SUKABUMI – Menjelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat 2025 cabang olahraga tinju, Tiger Boxing Academy Kota Sukabumi terus mematangkan persiapan. Latihan intensif dilakukan untuk menghadapi pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada 20–31 September 2025 di Bandung.
Kepala Bidang Olahraga Dispora Kota Sukabumi, Yanto Aris Dianto, mengatakan pada POPDA tahun ini pihaknya mengirimkan atlet untuk 16 cabang olahraga, salah satunya tinju.
“Setiap atlet yang berangkat harus mendapatkan rekomendasi dari Bapak Popsi selaku badan pembina warga pelajar. Dispora menyiapkan dukungan dari segi anggaran pembiayaan, sementara pembinaan teknis dilakukan oleh masing-masing pelatih,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).
Menurut Yanto, waktu persiapan tahun ini relatif singkat, hanya sekitar satu bulan, padahal idealnya minimal dua bulan. “Namun kondisi ini juga dirasakan kabupaten/kota lain. Bahkan Kota Bandung tidak mengirimkan atlet tinju untuk POPDA kali ini,” ungkapnya.
Salah satu atlet andalan Kota Sukabumi adalah Salwa, peraih medali perunggu POPDA 2023. “Targetnya, tahun ini prestasinya meningkat menjadi emas atau perak. Kami berharap Salwa dan atlet lainnya bisa tampil maksimal,” tutur Yanto.
Dispora juga berencana menggelar Kejurda Tinju pada tahun-tahun mendatang untuk mempromosikan olahraga tinju kepada generasi muda. “Sekarang banyak pilihan olahraga seperti Muay Thai, boxing, dan MMA. Kami ingin tinju tetap diminati,” tambahnya.
Sementara itu, penasihat Tiger Boxing Academy, Irpan Kurnia, menargetkan tiga medali emas untuk timnya.
“Kami optimistis karena dalam dua tahun terakhir sudah melakukan pembinaan berkelanjutan. Walau persiapan khusus POPDA ini hanya satu bulan, latihan rutin kami sudah berjalan lama,” jelasnya.
Irpan berharap dukungan Pemerintah Kota Sukabumi yang selama ini diberikan, baik secara moral maupun materi, dapat membantu para atlet menunjukkan kemampuan terbaik di tingkat provinsi. “Khusus Salwa, kami berharap ia mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasinya dari POPDA sebelumnya,” pungkasnya. (rf)






