
Widal News — Sebuah momen penting tercipta dalam geliat pembangunan kreatif Kota Sukabumi. Bertempat di Café Gosip Play, Wakil Walikota Sukabumi Bobby Maulana menggelar pertemuan dengan para pelaku ekonomi kreatif dan komunitas kreatif Sukabumi, Rabu malam (24/7/2024). Acara ini menjadi wadah dialog terbuka antara pemerintah, Ekraf Kota Sukabumi, dan berbagai komunitas untuk merumuskan arah sinergi dalam membangun kota dengan menggandeng potensi Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, tokoh Sukabumi sekaligus Dewan Pengawas Ekraf Kota, Abah Yose, yang memberikan pandangan mendalam tentang pentingnya persatuan dalam pergerakan komunitas. Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan komunitas musik, barista dan kopi, stand up comedy, hingga komunitas fotografi.
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Bobby Maulana menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi memiliki semangat kuat untuk menjadikan SDM lokal sebagai motor penggerak pembangunan. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki komunitas kreatif harus dioptimalkan melalui kolaborasi yang strategis.
“Kami percaya bahwa pembangunan kota harus berbasis pada kekuatan masyarakatnya. Komunitas-komunitas kreatif ini memiliki energi, ide, dan semangat besar. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bersinergi, tumbuh bersama,” ujar Bobby dengan penuh optimisme.
Bobby juga menyampaikan bahwa saat ini Kota Sukabumi sedang mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu tumpuan masa depan kota. Karena itu, keterlibatan komunitas dalam perumusan program-program pengembangan menjadi sangat penting.
Sementara itu, Abah Yose dalam kesempatan yang sama mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan di antara komunitas. Ia menegaskan bahwa perbedaan visi dan pendekatan dalam berkarya adalah hal yang lumrah, namun jangan sampai menjadi hambatan dalam membangun kebersamaan.
“Sebagus apapun rencana, kalau kita tercerai-berai, tidak akan ada hasilnya. Jadi, yang penting kita bersatu. Jangan ada ego-ego pribadi atau kelompok. Kota ini milik kita bersama,” pesan Abah Yose yang disambut tepuk tangan peserta.
Pertemuan ini juga menjadi ruang curhat dan sumbang saran dari berbagai komunitas. Komunitas musik menyuarakan perlunya ruang ekspresi yang lebih luas serta dukungan regulasi terhadap event kreatif. Komunitas barista dan kopi mengeluhkan minimnya pelatihan dan promosi produk lokal yang dapat mengangkat nama Sukabumi di level nasional. Komunitas stand up comedy berharap adanya panggung-panggung kecil untuk menumbuhkan bakat-bakat lokal, sementara komunitas fotografi mengusulkan pameran-pameran rutin untuk memperlihatkan karya visual yang merekam wajah Sukabumi dari sudut pandang kreatif.
Dari diskusi hangat tersebut, muncul berbagai ide kolaboratif, mulai dari rencana pembentukan wadah komunikasi lintas komunitas, penguatan digitalisasi UMKM kreatif, hingga konsep event bersama bertema “Kota Kolaborasi” yang diusulkan menjadi agenda rutin tahunan.
Wakil Walikota pun menutup pertemuan dengan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga siap mendampingi dan memfasilitasi gerak komunitas kreatif.
“Saya tidak ingin komunitas ini hanya dijadikan ‘hiasan’ atau formalitas. Kita akan kawal bersama ide-ide ini agar benar-benar terwujud. Yang penting, ayo kita jalan bareng,” tutup Bobby.
Dengan semangat kolaborasi yang terbangun malam itu, komunitas kreatif Sukabumi dan Pemerintah Kota menunjukkan bahwa masa depan kota bisa dibentuk dari ide, karya, dan kekuatan kebersamaan. Pertemuan di Café Gosip Play menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang-ruang dialog sederhana, yang diisi oleh orang-orang luar biasa dengan mimpi besar untuk kotanya. (MW)







