Sukabumi – Widal News, Dalam upaya menjaga standar kesehatan dan keamanan pangan, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi bersama Puskesmas Kelurahan Baros melakukan kegiatan infeksi kesehatan lingkungan ke salah satu dapur MBG (Manajemen Bantuan Gizi) yang berlokasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Baros Jaya Mekar 2, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Dinas Kesehatan dalam memastikan bahwa seluruh dapur penyedia makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya yang tergabung dalam program MBG, memenuhi standar sanitasi lingkungan dan keamanan pangan sesuai dengan ketentuan kesehatan masyarakat.
Tim pemeriksa terdiri dari petugas sanitasi lingkungan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan petugas kesehatan lingkungan Puskesmas Baros. Pemeriksaan meliputi sejumlah aspek penting, seperti:
- Kebersihan area dapur dan peralatan masak,
- Kualitas air bersih yang digunakan,
- Penyimpanan bahan makanan,
- Pengelolaan sampah dan limbah cair, serta
- Kesehatan dan higienitas petugas dapur.
Menurut Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, kegiatan ini dilakukan secara berkala sebagai langkah pencegahan terhadap potensi penularan penyakit akibat pengolahan makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan.
“Kami ingin memastikan bahwa dapur penyedia makanan di bawah program MBG tetap dalam kondisi higienis dan aman. Hasil pemeriksaan hari ini menjadi bahan evaluasi bersama agar pelayanan gizi kepada masyarakat dapat berjalan maksimal dan sehat,” ujarnya.
Sementara itu, penanggung jawab SPPG Baros Jaya Mekar 2 menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan pembinaan dari Dinas Kesehatan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi dorongan positif bagi tim dapur untuk terus memperbaiki dan mempertahankan standar kebersihan lingkungan kerja.
“Kami menyambut baik kegiatan pemeriksaan ini, karena membantu kami menjaga mutu pelayanan makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat,” ungkapnya.
Menariknya, salah satu relawan SPPG Baros Jaya Mekar 2 juga menyampaikan harapan besar masyarakat terhadap keberlanjutan program MBG di tingkat nasional.
“Kami para relawan dan masyarakat Indonesia berharap Presiden Prabowo dapat menjadikan program MBG ini sebagai program yang berhasil, aman, dan menjadi warisan positif dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan cerdas,” ujarnya dengan penuh semangat.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa dapur MBG Baros Jaya Mekar 2 telah memenuhi sebagian besar standar kesehatan lingkungan. Meski demikian, tim pemeriksa tetap memberikan beberapa catatan teknis perbaikan, seperti peningkatan sistem ventilasi dan penataan area penyimpanan bahan mentah agar lebih terpisah dari area produksi.
Dengan adanya kegiatan infeksi kesehatan lingkungan ini, diharapkan seluruh dapur pelayanan gizi di Kota Sukabumi dapat beroperasi dengan lebih higienis, aman, dan sesuai standar kesehatan — demi mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi.






